Kamis, 28 Juni 2012

Kisah Pengorbanan Ibu


Di sebuah desa ada seorang anak yang masih SMP dan hanya memiliki ibu. Tetapi, anak itu benci sekali dengan ibunya, karena ibunya hanya memiliki mata satu. Anak itu sampai tidak memanggap kalau dia punya ibu. Lalu pada saat sudah bekerja, ia pergi dari desa itu dan bekerja di luar kota.
Dan anak itu mendapat istri pejabat kaya dan diapun menjadi anak orang kaya! 10 Tahun sudah berlalu. Anak itu sudah mempunyai 2 anak, laki-laki dan perempuan. Lalu ibunya yang dari desa mencari anaknya di kota karena sudah 10 tahun tidak bertemu. Dan akhirnya sang ibu menemukan rumah anaknya. Ibu itupun terkejut karena rumah anaknya sangat besar!!! Lalu pada saat mengetuk pintu rumah itu, cucunya dia membukakan pintunya. Lalu cucunya berkata “PAPAAA, MAMAA ADA ORANG GILAA DATANGG KERUMAAH!!”. Anak ibu itu yang sudah menjadi kaya menemui ibu itu lalu berkata “Maaf Ibu ini siapa ya??” Sang ibu menjawab “nak ini ibu nak, apakah kamu tidak mengingat Ibu??”. Sang istri berkata “Sayang, kamu punya ibu kok bilang-bilang?”. Lalu anaknya ibu itu berkata “Tidak, ibuku sudah lama meninggal. Lagipula ibuku tidak cacat seperti dia!”. Sang anak mengusir ibunya sendiri.

Beberapa hari kemudian sang anak ingin menemui ibunya untuk sekedar bertemu saja. Lalu dirumah sudah tak ada siapa-siapa. Ia bertanya ke penduduk, lalu penduduk itu menjawab “Ibu kamu 2 hari yang lalu telah meninggal.” Dengan santai sang anak menjawab “Oh, baguslah sudah tak ada pengganggu lagi”, lalu penduduk itu bilang “Sebelum dia meninggal dunia, ibumu meninggalkan surat” penduduk itu memberikan surat itu ke sang anak. Lalu sang anak membaca dan entah kenapa sang anak menangis dan bersujud.
Surat itu berisi: “Wahai anakku, ibu tahu kalau kamu benci ibu karena ibu hanya memiliki 1 mata. Tapi sesungguhnya, waktu kamu lahir matamu hanya satu. Karena ayahmu kesal ia meninggalkan ibu sendiri. Lalu karena ibu kasihan kepadamu, akhirnya ibu memberikan 1 mata ibu hanya untukmu nak. Ibu tidak bilang ini karena ibu takut kamu bersedih. Tetapi kamu malah membenci ibu. Maafkan ibu nak karena tidak berguna didunia ini.”
Jadi, mari hargai ibu kita sendiri, jangan pernah menyia-nyiakan dan mengecewakan ibu kita semua. Kalau sudah meninggal percuma kita berdo’a sampai jidat berdarah-darah, untuk meminta maaf atau membalas budi beliau, jadi jangan sia-siakan kesempatan ketika beliau masih hidup.
Jika Ibu kita sudah tiada, jangan lupa do’akan selalu beliau. Wajib untuk kita bagi kaum remaja.

0 komentar:

Posting Komentar